Atasi Sampah dengan Sistem Insinerator

Thursday, 04/10/2018 SKPD 0 comments

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan membangun insinerator. Ide yang digagas oleh wali kota Palembang itu saat ini masuk tahap tender.

“Kita termasuk salah satu kota yang ditunjuk untuk pembangunan insinerator dari 12 kabupaten/kota yang dipilih oleh mengelolah sampah secara termal. Tapi, untuk melaksanakannya kita diminta agar menggandeng pihak ketiga atau dengan sistem Build Operate Transfer (BOT). Sekarang masih kita bahas,” kata Kepala DLHK Kota Palembang, Faizal AR, Rabu (3/10/2018).

Insinerator adalah salah satu upaya mengatasi sampah. Dengan insinerator, sampah akan diubah menjadi energi listrik dan sisa pembakaran dapat dimanfaatkan untuk pembuatan batako.

“Sehingga ke depan tidak ada lagi sampah yang menggunung di pinggiran kota, dan Palembang jadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi ini,” ujar Faizal.

Ia menyebutkan, sebagai kota metropolitan, dengan jumlah penduduk sekitar 1,8 juta jiwa, produksi sampah di Palembang lumayan banyak. “Sekitar 1.400 ton per hari.”

Dari jumlah itu, hanya sekitar 600-800 ton yang bisa terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir di Sukawinatan.

”Dari total kapasitas TPA Sukawinatan sebesar 25 hektare, tinggal tersisa empat hektare. Jadi, teknologi insinerator dirasa cukup efektf,” kata Faizal. (*)

Comments ( 0 )
Post Comment

© 2018 BAKOHUMAS Kota Palembang