BPOM Palembang Terapkan Stikerisasi Makanan

Wednesday, 04/07/2018 Lain-lain 0 comments

Pemerintah Kota Palembang melalui Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerapkan program stikerisasi bagi makanan yang layak konsumsi.

Terkait hal itu, BPOM terus menyisir tenant-tenant makanan di sejumlah pusat jajanan.

“Ada 270 pedagang dan 47 restoran yang menjadi target Balai BPOM Palembang untuk distikerisasi menjelang Asian Games ini,” kata Kepala BPOM Kota Palembang, Dewi Prawitasari, Senin (2/7/2018).

Ia menyebutkan, bertujuan memastikan produk jajanan yang dijual aman dikonsumsi, tidak menggunakan bahan berbahaya.

Di lapangan, kata Dewi, sudah ada 20 tenant UKM di kampung pempek kawasan 26 Ilir yang diambel sampelnya.

“Kali ini giliran di Lorong Basah Night Culinary yang akan kita lakukan uji sampel makanannya.”

Pemeriksaan sendiri, lanjut Dewi, dilakukan dengan menggunakan test kit formalin, borax, Rhodamin B dan Methanil Yellow.

Untuk di Lorong Basah Night Culinary, Dewi melanjutkan, ada sekitar 46 tenant yang menjual kuliner khas Palembang dan kuliner lainnya yang ditempeli stiker keamanan pangan.

Dewi mengungkapkan, selain memeriksa zat kimia berbahaya pada pangan, juga akan dilihat kebersihan makanan.

“Tidak boleh ada rambut, staples atau batu dalam makanan. Kita terus lakukan pemantauan meskipun sudah dipasang stiker. Nah, kalau nanti ditemukan ada yang berbahaya, stikernya akan dibuka.”

Bagi yang belum mendapat stiker, sambung Dewi, bisa mengajukan stikerisasi ke BPOM Palembang.

“Setiap seminggu sekali kita lakukan stikerisasi. Kami harapkan Juli ini sudah selesai,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, mengungkapkan, dengan adanya stikerisasi pangan di Lorong Basah Night Culinary ini, diharapkan pengunjung tidak lagi was-was saat menyantap makanan di kawasan tersebut.

“Apalagi ini jadi destinasi wisata. Khususnya, saat Asian Games akan banyak negara lain yang datang ke Palembang. Dengan sudah adanya stikerisasi ini, mereka jadi tidak ragu-ragu lagi untuk membeli kuliner di Lorong Basah,” ujar Isnaini. (*)

Comments ( 0 )
Post Comment

© 2018 BAKOHUMAS Kota Palembang