Dinkes Palembang Target 95% Sasaran Imunisasi MR

Friday, 21/09/2018 SKPD 0 comments

Dinas Kesehatan Kota Palembang optimistis dapat mencapai sasaran 95 persen dari target 400 ribu anak yang harus diimunisasi Measles dan Rubella (MR), kendati saat ini baru teralisasi 29 persen.

“Memang sempat terjadi keraguan di masyarakat atas kehalalan vaksin yang digunakan untuk imunisasi MR. Tetapi, setelah ada fatwa MUI akhirnya dibolehkan. Awal september kita kembali mengkampanyekan pentingnya imunisasi tersebut,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr Letizia, usai pembukaan evaluasi pencapaian kampanye imunisasi MR tingkat Kota Palembang di Hotel Santika, Palembang, Kamis (20/9).

Kampanye itu dilakukan juga di sekolah, puskesmas, dan kecamatan di Palembang.
 
Letizia mengatakan, angka 29 persen itu didapat karena sempat ada penundaan pemberian imunisasi MR. Dinkes juga masih menunggu aturan pusat apakah imunisasi MR dilanjutkan atau tidak.

“Imunisasi ini upaya kita untuk mencegah adanya virus MR. Tadi saya lihat sudah ada anak yang cacat dan terkena dampak dari tidak imunisasi MR. Melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat mengerti dan mengikuti imunisasi MR,” ujar Letizia.

Letizia menjelaskan,  penyakit rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini, kata dia, bisa menyebabkan kebutaan, radang otak, paru, kelainan jantung.

“Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini tapi bisa dilakukan pencegahan melalui imunisasi MR.”

Sementara itu Osa Triwindi, 32 tahun, ibu dari Abrar Ziljian Ahmad, penderita katarak dan tuna rungu (tuli) yang hadir dalam sosialisasi dan kampanye imunisasi MR, mengatakan, anaknya Abrar, biasa dipanggil Abai diketahui ada kelainan sejak dalam kandungan.

Osa menceritakan, ia terkena campak saat empat minggu kehamilannya.

"Bermula dari terkena bintik-bintik merah pada tangan dan kaki saya. Tetapi saat itu saya belum mengetahui kalau saya hamil meskipun sudah terlambat. Karena khawatir, akhirnya saya melakukan test kehamilan dan ternyata sudah empat minggu usia kehamilan saya. Dari sana saya bersama suami langsung kedokter untuk melakukan pencegahan, tetapi terlambat karena dokter memvonis sudah 80 persen terkena campak.”

Dokter sempat menyarankan untuk menggugurkan kandungan. Tetapi Osa tidak mau.

"Saya takut karena pertanggungjawaban kepada Allah, karena sebelumnya saya sempat keguguran. Mungkin ini takdir saya, makanya saya berharap kepada ibu-ibu untuk bisa mencegah sebelum terjadi," kata Osa.

Diakui Osa, ia terkena campak tersebut karena ia kerap bersentuhan dengan anak-anak karena Osa merupakan pebisnis pakaian anak-anak.

“Sekarang Abai harus mengenakan kaca mata plus 20, karena di usianya 3 bulan Abai dioperasi katarak dan untuk pendengaran Abai menggunakan alat bantu pendengaran yang tida murah, yang biasa saja harganya Rp 20 juta. Tapi harus bagaimana lagi. Mungkin ini sudah takdir Abai. Tapi, paling tidak ibu-ibu di luar sana bisa melakukan pencegahan dengan imunisasi MR,” kata Osa pula. (*)



Comments ( 0 )
Post Comment

© 2018 BAKOHUMAS Kota Palembang