DPM-PTSP Palembang Percepat Layanan OSS

Wednesday, 08/08/2018 SKPD 0 comments

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Palembang mempercepat layanan online single submission (OSS) untuk memudahkan pelayanan perizinan bagi investor.

Melalui layanan ini, diharapkan dapat mendorong para pengusaha untuk menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) ke pusat untuk investasi.

Hal ini terungkap dalam sosialisasi LKPM bertajuk “Kita Wujudkan Peran Aktif Investor Dalam Menyampaikan Laporan Realisasi Investasi di Kota Palembang”, di Horison Ultima Hotel, Kamis (2/8/2018).

“Ada sekitar 60 perusahaan perwakilan Palembang yang ikut dalam sosialisasi dan semuanya dari Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) atau lokal. Mereka yang kita undang ini belum menyampaikan LKPM-nya,” kata Kepala DPM-PTSP Palembang, Akhmad Mustain, melalui Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Informasi Penanaman Modal, Hastuti.

Dia menjelaskan, sistem OSS memberikan kemudahan berinvestasi, karena melalui OSS seluruh penanam modal, baik yang baru maupun yang lama dapat Nomor Induk Berusaha (NIB).

Hal ini juga sejalan dengan rencana Pemkot Palembang untuk mengembangkan mal pelayanan publik yang direncanakan dibangun di Sriwijaya Sport Center (SPC).

“Tujuan kita juga lebih mengarah pada sistem online dengan harapan dapat mempercepat layanan perizinan, sekaligus memangkas waktu layanan sesuai SOP. Mal layanan publik juga sudah terintegrasi dengan seluruh OPD terkait, sehingga akan mempercepat waktu pelayanan,” kata Hastuti.

Selain itu, dengan OSS diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Terlebih, Palembang memiliki potensi untuk berinvestasi.

“LKPM ini muaranya untuk menyampaikan ke pusat besaran investasi di daerah itu berapa. Ini tentu menjadi pertimbangan bagi investor untuk berinvestasi ke Palembang, khususnya,” ujar Hastuti.

Direktur Wilayah I BKPM RI, Agus Joko Saptono, mengatakan, layanan OSS tentunya mempermudah dan lebih praktis. Sesuai dengan PP 24 tahun 2018 yang mengatur tentang layanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

“Pemerintah menyatakan jumlah NIB dan izin usaha yang diterbitkan melalui layanan perizinan terintegrasi secara elektronik atau OSS. Ini sudah diterapkan Juli lalu dan Alhamdulillah respon dari perusahaan cukup tinggi. Saya pikir suatu daerah harus harus sudah belajar, yang nanti akan jadi ujung tombak dalam mendorong perusahaan lebih maju.”

Agus berharap, sistem ini mempercepat perusahaan di Indonesia untuk layanan perizinannya. Apalagi, kata Agus, Palembang masuk kategori kelima untuk Sumatera.

“Realisasinya harus dikawal, karena Palembang potensinya cukup besar.” (*)

Comments ( 0 )
Post Comment

© 2018 BAKOHUMAS Kota Palembang