Kampung Cempaka, Juara Kampung Hias Asian Games

Thursday, 30/08/2018 Lain-lain 0 comments

Warga Kampung Cempaka, Lorong Batu Nilam, Gang Masjid, RT 18 RW 5 Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, pantas bangga.

Sebabnya, kampung mereka dinobatkan Gubernur Sumatera Selatan sebagai juara pertama kompetisi Kampung Hias Asian Games 2018.

“Hadiahnya tiga ekor sapi,” ujar Mahgodi Idris, 38 tahun, inisiator Kampung Cempaka, mengawali perbincangan, Kamis (30/8/2018).

Jika diuangkan, tiga ekor sapi itu senilai Rp 51 juta, dengan asumsi satu sapi berbobot 100 kilogram senilai Rp 17 juta. Hadiah yang lumayan besar.

Mahgodi menuturkan, ide awalnya hanya ingin memanfaatkan sebuah lahan warga yang lumayan luas, yang tidak terpakai.

Lahan tersebut kondisinya memprihatinkan. Kumuh. Banyak tumpukan, batu, hingga sampah. Tanaman liar tumbuh subur. Malah, lahan tersebut kerap jadi lokasi tawuran.

“Kita minta izin ke pemilik lahan dan diizinkan. Awalnya, hanya beberapa orang saja yang membantu. Apalagi banyak warga yang berprofesi sebagai pegawai kantoran, yang hanya punya waktu senggang di rumah pada malam hari,” Mahgodi menuturkan.

Berjalan waktu, warga mulai memberikan respons positif. Mereka membantu, gotong royong merenovasi lahan kosong tersebut. Sampah dibersihkan. Tanaman liar dibabat. Batu dan kayu dibuang.Tempat itu bersih.

“Sekitar dua bulan kami gotong royong membersihkan lahan tersebut,” kata Mahgodi pula.

Proses perombakan dimulai dari Maret hingga April 2018. Awalnya, warga hanya ingin menghias kampung. Mereka kian terlecut setelah mendengar ada kompetisi kampung hias Asian Games 2018.

Tapi, masalahnya di dana. Akhirnya warga inisiatif swadaya. “Ada yang sumbang tenaga, dana dan juga cat,” kata Mogi.

Selanjutnya lahan dihias dengan cat warna-warni, diselaraskan dengan warga di logo Asian Games 2018 yang multi warna. Di lahan itu pula dibangun arena lapangan bulu tangkis, gambar maskot Asian Games 2018 dan lokasi untuk berswafoto.

“Kami gotong royong, swadaya. Kami juga minta bantuan lurah dan camat,” ujar Mogi, sapaan akrab Mahgodi.
Singkat cerita, kerja keras warga berbuah hasil. Kampung Cempaka mereka menang kompetisi.

Warga Kampung Cempaka, ujar Mogi, tidak berpuas sampai di situ saja. Mereka ingin terus mengembangkan perubahan wajah permukimannya lebih merata dan menjadi salah satu destinasi wisata para turis.

“Serta dapat membangun wadah ekonomi kreatif.”

Sementara itu, Camat Bukit Kecil, Ahmad Furqon, mengatakan, perubahan permukiman kumuh menjadi kampung hias diapresiasi banyak pihak.

“Kampung ini benar-benar dihuni warga asli Sumsel dan sesuai dengan kriteria panitia. Ada kebersamaan dan gotong royong saat mengubah pemukiman ini jadi kampung hias,” kata Furqon.

Furqon menambahkan, ke depan tidak hanya di Cempaka saja, pihaknya juga akan mendorong penataan kampung-kampung di Kecamatan Bukit Kecil.

“Kita sudah menyusun rencana dan antusias warga juga tinggi. Kita berharap dalam waktu dekat akan memperluas penataan kampung-kampung yang kita nilai kumuh dan menghilangkan image kumuh di Kota Palembang,” ujar Furqon. (*)

 

Comments ( 0 )
Post Comment

© 2018 BAKOHUMAS Kota Palembang