Overload, TPA Harus Dipindah ke Karyajaya

Wednesday, 15/08/2018 SKPD 0 comments

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang berencana mengalihkan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Sukawinatan ke TPA Karyajaya.

“Pemindahan TPA 1 (Sukawinatan) ke TPA 2 (Karyajaya) karena kondisi TPA I sudah overload, tidak dapat menampung sampah lagi,” kata Penjabat Wali Kota Palembang, Akhmad Najib, dalam rapat koordinasi OPD terkait sampah, di ruang Parameswara, Rabu (15/8/2018).

Terlebih, kata Najib, Palembang dalam hitungan hari akan menyelenggarakan Asian Games. Karena itu, Palembang harus menjadi kota yang bersih.

“Akan banyak tamu dari mancanegara yang akan datang ke Palembang. Jadi kita harus mempersiapkan diri secara baik, salah satunya bersih, nyaman dan aman.”

Kepala DLHK Kota Palembang, Faizal, mengatakan, saat ini kapasitas TPA 1 tidak memungkinkan lagi untuk menampung pembuangan sampah dari berbagai penjuru Palembang. Inilah yang menjadi alasan pihaknya menutup TPA Sukawinatan dan mengalihkannya ke Karyajaya.

“Kapasitas TPA 1, paling banyak tiga hektar lagi. Itulah yang membuat pembuangan yang dilakukan armada pengangkut dapat memakan waktu 30 menit sampai satu jam. Apalagi akses jalannya cuma satu,” Faizal menerangkan.

Kondisi ini diperparah dengan kondisi ekskavator yang bagus hanya tersisa satu.

"Jadi tidak maksimal lagi. Terkadang pembuangan harus berjam-jam menunggu, sedangkan kapasitas di TPA 1 sudah terisi sekitar 94 persen. Nah kalau TPA 2 kapasitasnya baru terisi 3,1 persen," kata Faizal.

Adapun TPA I luas lahannya hanya 25 Ha, sedangkan di TPA 2 lebih luas yakni sekitar 40 hektare.

Begitu juga dengan akses jalan menuju dumping (lubang pembuangan) hanya satu arah atau bolak balik. Sehingga truk membutuhkan waktu antre cukup lama untuk membuang.

“Lebih kurang 4 jam sehingga truk sampah hanya mampu mengangkut satu kali sehari. Sedangkan di TPA 2 akses jalan pembuangan luas dan arus bolak balik lancar dan mengangkut 2 sampai 3 kali sehari,” Faizal menerangkan.

Tak hanya itu, di TPA 1 alat berat ekskavator untuk mengangkut minimal dua unit, atau unit untuk pelayanan di lubang dumping, 1 unit untuk penataan ke atas (karena kondisi sampah sudah menggunung.

“Kalau pembuangan di TPA 2 dapat dilaksanakan dengan alat berat atau excavator 1 unit, sehingga 2 unit excavator saja.”

Faizal melanjutkan, akses jalan menuju TPA 1 banyak melalui jalan dalam kota yang padat kendaraan. Tetapi kalau di TPA 2 dapat dilalui di lingkar luar kota Palembang (meminimalisir perlintasan dalam kota).

"Sekarang mobil tidak lagi ke TPA 1. Kami pembersihan terus, bahkan tidak lagi orang ribut sampah belum terangkut.”

Untuk memaksimalkan penanganan sampah kedepan, Faizal mengatakan sudah mengajukan di anggaran 2019, untuk penambahan excavator. Karena kebutuhan excavator harus ada empat. (*)

 

Comments ( 0 )
Post Comment

© 2018 BAKOHUMAS Kota Palembang