PD Pasar Bina Pedagang Pasar Tradisional Tingkatkan Pelayanan

Thursday, 11/04/2019 Lain-lain 2 comments

BAKOHUMAS - Melemahnya perekonomian dinilai menjadi penyebab sepinya pasar tradisional saat ini, terlebih keberadaan pasar modern membuat pasar tradisional tergerus persaingan.

Untuk mengembalikan gairah pasar tradisional serta menghadapi daya saing dengan pasar modern, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui PD Pasar Palembang Jaya meningkatkan pelayanan.

Diakui Asisten I Bidang Pemerintahan, Sulaiman Amin, keberadaan pasar modern yang menjamur memang perlahan mulai menggerus pasar tradisional, namun bagaimana ke depan pasar tradisional dapat mempertahankan eksistensunya sehingga masyarakat kembali lagi pasar tradisional.

"Salah satunya memberikan kenyamanan kepada pengunjung. Selain memang fasilitas pasar mumpuni, misalnya layak dan bersih," ujar Sulaiman usai membuka seminar pemberdayaan pedagang pasar tradisional, Kamis (11/4/2019) di venue topas meeting room Atyasa Convention Center Palembang.

Ia menekankan kepada PD Pasar Palembang Jaya melalui pengelola pasar untuk terus membenahi kondisi pasar. "Sekarang revitalisasi pasar terus dilakukan dan seminar ini juga jadi salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan di pasar tradisional, saya rasa ini bentuk keseriusan PD Pasar Palembang Jaya itu sendiri," katanya.

Selain itu, lanjut Sulaiman, Pemkot Palembang juga membantu pengembangan usaha pedagang tradisional melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dari sisi pembiayaan untuk usaha pedagang.

"Harus diakui kalau dibandingkan dengan pasar modern tidak akan sama, karena pastinya ada pengelolanya, tapi pasar tradisional dengan keterbatasannya, tidak menutup kemungkinan bisa bersaing. Inilah tantangan PD Pasar Palembang Jaya dalam mewujudkannya," imbuhnya.

Tak hanya itu, pedagang pasar yang mengeluh sepi akibat munculnya pasar modern itu wajar kata Sulaiman, tetapi bagaimana upaya pasar dapat mengelola dengan baik tentu bisa mengimbanginya.

"Contohnya gandeng pihak ketiga, kemudian operasi pasar dengan sembako murah dan sebagainya. Selain memang pembenahan sarana san prasarana menjadi modal utama," paparnya pula.

Ditambahkan Direktur (Dirut) Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Selamet menyebutkan, tahun ini pihaknya menargetkan 4.000 nasabah untuk pembiayaan usaha. "Saya optimistis, karena tahun lalu saja jumlah pembiayaan 4.011 nasabah," ucapnya.

Dikatakannya, sebagian besar pengajuam pembiayaan pedagang kelontong, baik kuliner maupun usaha lainnya. Besaran pinjaman kata Selamet sesuai aturan Pemkot Palembang yakni mulai Rp3-5 juta. Untuk prosedur pinjaman diantaranya KTP, KK kemudian mengajukan melalui kecamatan yang diketahui kepala dinas koperasi dan UKM. Setelah itu ada BI checking dan terakhir disurvei ke lapangan.

"Kita lihat komitmen, kalau dinilai layak maka dicairkan, tapi dibina dulu nasabah ini seperti bagaimana cara berdagang yang baik dan lainnua," katanya.

Ditanya terkait kredit macet, Selamet mengaku NPL 1,8%. "Alhamdulillah posisi telat tetapi tetap tertagih. Kita juga memberikan kemudahan cara membayar seperti bekerjasama dengan Alfamart, sehingga nasabah tidak perlu datang ke Bank. Sedangkan untuk angsuran sebesar Rp250 ribu perbulan selama setahun," terangnya.

Sementara itu, Kabid Usaha dan Ketertiban PD Pasar Palembang Jaya, Rinto Siswadi mengatakan, melalui seminar ini diharapkan dapat mengubah mindset pedagang tradisional salam mengahdapi persaingan, perekonomian dengan kehadiran pasar modern.

Langkahnya kata Rinto, yakni menghidupkan kembali baik pasar tradisional yang dikelola pemerintah maupun swasta. Total pasar yang dikelola PD Pasar Palembang Jaya sekitar 19 pasar dan pasar swasta sebanyak 21 pasar.

Diakuinya, sepinya pasar saat ini memang karena ekonomi sedang melesu. Selain itu juga karena masih adanya pasar yang tidak layak atau membuat pengunjung merasa tidak nyaman.

Beberapa diantaranya yang saat ini dibenahi seperti Pasar  Kuto, Lemabang, Tangga Buntung, KM 5, Kebun Semai dan Padang Selasa. "Saya rasa kalau pasar tradisional fasilitasnya ausah bagus, nyaman pasti ramai lagi dan yang pasti persaingan harga juga harus diperhatikan," tukasnya.
(*)

Comments ( 2 )
  1. User Avatar
    oduvupeve - amoduw@oqepo.jonjamail.com Post author

    Aopufuxu Oumukueyo dpc.ihov.bakohumas.palembang.go.id.qcl.fo http://slkjfdf.net/

  2. User Avatar
    oluxuyuyejof - ijeihiad@oqepo.jonjamail.com Post author

    Dobope Evorih msq.nowa.bakohumas.palembang.go.id.uld.cc http://slkjfdf.net/

Post Comment

© 2018 BAKOHUMAS Kota Palembang