Sebar Mesin Pompa di 18 Titik Banjir

Tuesday, 13/11/2018 SKPD 0 comments

Hujan deras yang mengguyur Palembang sejak Senin (12/11) malam hingga Selasa (13/11) pagi membuat 18 titik terendam banjir. Arus lalu lintas tersendat. Terjadi kemacetan di sejumlah kawasan.

Antara lain, di Jalan Kolonel H Barlian, tepatnya di Depan Damri, Dharma Agung, depan Graha Pena Sumatera Ekspres, Simpang Polda, Dwikora, R. Soekamto, Sekip, Jalan Rajawali, Jalan Bangau, M Isa, Sekojo Ajendam, jalan Pipareja, Kebun Bunga, Noerdin Pandji, Jalan Sersan Badarudin tepatnya di dekat SMAN 5 Palembang, Letnan Mukmin dan Lapangan Hatta.

Hal ini diakui Kepala Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari, saat melakukan peninjauan langsung di depan Graha Pena Sumeks, Selasa (13/11).

Bastari mengatakan, pihaknya sudah meletakkan mesin pompa di 18 titik banjir tersebut, salah satunya di depan Sumeks ini yang paling permanen genangannya.

“Sementara kita fokus di titik ini karena kalau tanpa bantuan mesin pompa maka kemungkinan air surut lebih lama, bisa 3-4 jam,” ujar Bastari.

Menurutnya, banjir ini merupakan banjir lima tahunan sehingga tahun ini banjir terparah.

“Saya rasa tahun ini paling parah ya. Untuk di Kolonel H Barlian banyak titiknya, salah satunya di Sumeks ini, kita menggunakan satu unit pompa dengan kapasitas 350 liter per detik,” Bastari menyebutkan.

Untuk di Sumeks lanjutnya, air disedot dan dibawa langsung ke aliran sungai Punti Kayu dan langsung ke irigasi anak Sungai Lambidaro.

Bastari menyebutkan, jika pompa bending selesai, maka banjir di Kota Palembang dapat diatasi, namun saat ini kata Bastari masih terkendala ganti rugi lahan yang ada tiga persil belum selesai.

“Masih ada tiga rumah lagi yang belum selesai dan sekarang di pengadilan kita sudah menang. Ketiga pemilik rumah ini mengajukan banding. Ya, mudah-mudahan bisa cepat selesai, Insya Allah banjir di Palembang bisa tuntas diatasi.”

Disinggung mengenai titik banjir yang berada di sepanjang Light Rail Transir (LRT), Bastari menyebutkan box culvert yang dibuat oleh Waskita sangat kecil, sehingga tidak dapat menampung air lebih banyak.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Waskita, mereka bilang akan segera memperbaiki tapi belum sampai sekarang,” kata Bastari.

Untuk banjir di ruas jalan nasional, Bastari mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai Wilayah Sumatera. Sedangkan untuk banjir di Jalan Kapten A Rivai, sudah dibicarakan dengan Dinas PUPR Provinsi Sumsel agar drainase di kawasan tersebut dibongkar untuk dilebarkan.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Palembang Al-Hidir, mengatakan, pihaknya juga menurunkan 20 personel untuk membantu dan tim gabungan dari Dinas PKPB untuk menyediakan pompa dengan kapasitas 8.000 liter per 3 menit.

“Sementara kita konsen di sini karena paling parah di Sumeks. Kemudian prioritas di depan Damri karena kedua titik ini genangannya agak permanen. Saat ini juga dari Basarnas sudah berhasil mengevakuasi masyarakat di auto 2000, yakni perumahan Bandara Residence,” Alhidir menjlaskan.

Wali Kota Palembang, H Harnojoyo berharap, masyarakat bersabar atas musibah banjir, karena memang beberapa titik ini merupakan dataran rendah dan masih banyak sampah yang menyumbat. Makanya program gotong royong terus digiatkan.

“Ke depan mari bersama-sama menjaga kebersihan, karena hal ini tidak bisa dihindari, karena 53 persen di Palembang adalah daerah rawa. Jadi target kita pompa Bendung dan Sungai Sekanak dikeruk dan didalami, sehingga debit air bisa tertampung termasuk kolam retensi bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya,” kata Harnojoyo.

Camat Alang-Alang Lebar Sahriansyah, menyebutkan, saat ini titik yang paling parah yakni di sepanjang Jalan Kolonel H Barlian, simpang Kades KM 12 dan Ernaldi Bahar. (*)



Comments ( 0 )
Post Comment

© 2018 BAKOHUMAS Kota Palembang