Sekda Minta Tujuh Pos Pemadam Kebakaran Disiagakan

Thursday, 19/09/2019 Sekretaris Daerah 0 comments

BAKOHUMAS - Musim kemarau rentan terjadi kebakaran, terutama di wilayah padat penduduk. Untuk itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Drs Ratu Dewa M Si meminta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangam Bencana (DPKPB) Kota Palembang untuk menyiagakan tujuh pos pemadam kebakaran.

Hal ini ditegaskannya usai memimpin rapat pembentukan tim pemadam kebakaran. Dia menegaskan, dinas terkait dapat mengoptimalkan personel dan cepat tanggap dalam menerima laporan. "Maksimalkam tujuh pos pemadam kebakaran yang sudah ada. Saya juga minta agar lebih cepat dalam menangani penanggulangan kebakaran," ujar dia, Kamis (19/9/2019).

Sementara itu Kepala DPKPB Kota Palembang Decky Lenggardi mengatakan, berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Palembang, 35 kasus kebakaran disebabkan oleh kelalaian masyarakat dan juga korsleting listrik. 

"Yang rentan terjadi kebakaran di kawasan padat penduduk, penyebabnya didominasi oleh kelalaian manusia juga korsleting listrik atau arus pendek karena, secara sembarang memasang jaringan kabel tanpa sepengetahuan PLN," ujarnya.

Diakuinya, umumnya 35 kasus karena arus pendek, kelalaian manusia seperti lupa mematikan setrika, kompor. Kemudian tidak memenuhi standarisasi PLN tanpa tahu bahayanya. Untuk itu perlu adanya kesepahaman dengan masyarakat untuk menghindari kebakaran yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Sebab, sejak masuk musim kemarau ini, grafik kasus kebakaran yang ditangani oleh DPKPB cukup tinggi.
"Selain itu kebakaran lahan yang sering terjadi juga di area perbatasan Palembang, seperti di daerah Alang-Alang Lebar (AAL), itu langsung kita padamkan," katanya.

Untuk lebih mempermudah jangkauan saat terjadi kebakaran maka, DPKPB menyediakan tujuh post pemadam kebakaran, Pos Alang - Alang Lebar (AAL), Sako, Gandus, Merdeka, Benteng Kuto Besak (BKB), SU 1 dan SU 2. Dia mengatakan, kebanyakan musibah kebakaran terjadi di daerah pemukiman padat penduduk, seperti yang baru-baru ini terjadi di kawasan Seberang Ulu.

"Masing-masung pos disiapkan armada sekitar tiga armada. Termasuk di daerah perairan kita siapkan 2 speedboat damkar. Di dalam pos tersebut kami memperlakukan sistem kerja sift untuk penjaga sehingga selalu siap siaga selama 24 jam," tukasnya.
(*)

Comments ( 0 )
Post Comment

© 2018 BAKOHUMAS Kota Palembang