Tim Penjangkauan Siap Jaring Anjal dan Gepeng

Thursday, 02/08/2018 SKPD 0 comments

Dinas Sosial Kota Palembang menambah personel untuk mengantisipasi maraknya anak jalanan, gelandangan dan pengemis (anjal dan gepeng).

Setiap harinya, Dinsos menyiagakan 11 personel yang dibagi dalam beberapa shift di lapangan. Mereka ini memantau serta menangkap anjal dan gepeng yang berkeliaran dan dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.

“Sekarang kita tambah jadi 20 personel. Ini antisipasi, apalagi tak lama lagi berlangsung Asian Games 2018,” kata Kepala Dinsos Palembang, Heri Aprian, Rabu (1/8/2018).

Para personel yang disebut juga tim penjangkauan, itu terdiri dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial Palembang, Kepolisian, Kodim, dan Tagana.

Heri menerangkan, tim penjangkauan dibagi tiga shift. Shift pertama mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Shift kedua dari pukul 13.00 hingga 18.00 WIB. Shift ketiga dari pukul 17.00 hingga 24.00 WIB.

“Setiap shift ada 11 orang dari Dinsos. Jadi total per hari, kami bersama pihak terkait menurunkan 33 personel,” Heri menyebutkan.

Dia mengakui pihaknya cukup kesulitan menjaring anjal dan gepeng musiman. Alasannya, anjal dan gepeng itu memanfaatkan jeda waktu dalam pergantian shift.

“Misal pergantian shiftnya itu, dari shift pagi dan siang ada jeda antara pukul 12.00 dan pukul 13.00 WIB, di situ kesempatan mereka. Karena petugas juga sedang beristirahat. Gepeng ini sudah bisa membaca situasi, karena memang orang-orangnya itu-itulah,” kata Heri pula.

Meski begitu ia mengatakan pihaknya tetap berupaya maksimal dan terbaik agar anjal dan gepeng bisa dijaring dan tidak meresahkan masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Tim Penjangkauan Dinsos Palembang, Khusnadi menjelaskan, tahun ini memang ada peningkatan jumlah anjal dan gepeng.

“Untuk anjal, sudah ada pengurangan di jalan protokol. Tapi, kebanyakan dari anjal ini sendiri merapat ke daerah pinggiran kota. Seperti Pasar Jakabaring, Pasar Lemabang, dan Stasiun Kertapati.”

Khusnadi juga mengimbau agar masyarakat tidak memberikan sumbangan kepada anjal dan gepeng, karena itu melanggar aturan. Yakni Perda Nomor 12 Tahun 2012 terkait Anjal dan Gepeng.

“Sesuai perda, memberi sumbangan dengan sengaja kepada mereka bisa didenda Rp 50 juga dan atau 3 bulan penjara. Tapi kami tidak bisa langsung memberi sanksi tersebut jika tidak ada bukti. Oleh sebab itu, kalau kedapatan silahkan foto dan laporkan ke Hotline Dinsos di nomor Hp 08128319044 atau 08128319144,” kata Khusnadi. (*)

Comments ( 0 )
Post Comment

© 2018 BAKOHUMAS Kota Palembang